Target Pajak P2 Lombok Barat Tidak Tercapai

LOMBOK BARAT – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Barat gagal memenuhi target Pajak Perkotaan dan Perdesaan (P2) tahun 2019. Hingga minggu ketiga November, capaiannya baru 76 persen atau Rp12 miliar dari target Rp16 miliar.

Kepala Bapenda Lombok Barat Saikhu menyebut gempa bumi 2018 lalu sebagai penyebab. “Sebagian wajib pajak masih dalam fase rekonstruksi akibat gempa tahun lalu,” ujarnya di sela kegiatan Gebyar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Launching Pembayaran Pajak P2 di Gerung, Senin (24/11/2019).

Gempa memang merusak banyak bangunan dan rumah warga di daerah itu. Akibatnya, kata Saikhu, sebagian wajib pajak mengajukan penundaan, pengurangan, bahkan penghapusan pajak.

Meski masih ada waktu satu bulan, namun Saikhu mengaku target pajak P2 tetap sulit tercapai. “Kemungkinan tercapai hanya 85 persen atau mentok di angka 90 persen,” ujarnya.

Kegiatan Gebyar PBB dan Launching Pembayaran Pajak P2 merupakan agenda tahunan, yang menurut Saikhu dimaksudkan untuk sosialisasi kepada wajib pajak agar membayar tepat waktu. Juga, sebagai pembinaan bagi petugas agar meningkatkan kinerja.

Dalam kegiatan itu juga diluncurkan sistem pembayaran pajak secara daring, hasil kerja sama Bapenda dengan Bank NTB Syariah.

Bapenda Lombok Barat juga akan melakukan pemutakhiran data objek pajak melalui sensus pajak bumi dan bangunan pada 2020.

Saikhu mengaku optimis target pajak tahun depan bisa tercapai melalui terobosan-terobosan tersebut.

(WD/ED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *